KOMPAS, 14 Jan 2005
Jajak Pendapat KOMPAS
TRANSJAKARTA BELUM MENARIK PENGGUNA MOBIL PRIBADI
SETIAP pagi dan sore, juga pada jam istirahat siang, bus-bus transjakarta yang melaju di jalur khusus bus (busway) selalu penuh sesak. Tetapi, bus berlogo elang bondol mencengkeram salak Condet itu belum berhasil "memaksa" pengguna kendaraan pribadi pindah ke bus transjakarta. Setidaknya, itulah hasil jajak pendapat Kompas terhadap 424 pemilik telepon di Jakarta.
Setahun sudah bus transjakarta yang menggunakan jalur busway hadir di Jakarta. Namun, sebagai salah satu alternatif untuk memudahkan masyarakat dalam bertransportasi, tampaknya bus transjakarta belum mampu menggaet kalangan pengendara mobil pribadi.
Bahkan, hampir 70 persen responden yang terjaring dalam jajak pendapat ini mengaku tidak pernah menggunakan sarana transportasi yang telah mempersempit ruas jalan di sepanjang 12,9 kilometer dari Bok M hingga Kota tersebut.
Hanya 2,4 persen responden jajak pendapat ini yang telah menggunakan bus transjakarta sebagai sarana transportasi utama dalam aktivitas mereka sehari-hari. Sedangkan 26 persen responden lainnya mengaku tidak tentu dalam memanfaatkan bus ini.
Kondisi ini begitu kontras dengan jajak pendapat Kompas yang diadakan sebelumnya, yakni tiga bulan setelah beroperasinya bus transjakarta.
Saat itu 10 persen responden menyatakan telah menggunakan bus transjakarta secara rutin sebagai alternatif bertransportasi, dan 55 persen lainnya hanya sesekali menggunakannya.
Kehadiran bus transjakarta memang belum menunjukkan perubahan yang signifikan terhadap moda bertransportasi masyarakat Jakarta.
Berdasarkan pernyataan publik jajak pendapat setahun lalu terdapat 10 persen responden yang menyatakan telah berpindah dari mobil pribadi ke bus transjakarta. Namun, kini proporsinya turun menjadi hanya 2,3 persen saja pengendara mobil pribadi yang beralih ke bus ini.
Penurunan ini mengindikasikan mulai kembalinya peminat bus transjakarta pada kebiasaan bertransportasi sebelumnya.
Yang menarik, kehadiran bus transjakarta tampaknya justru telah menyedot para pengguna bus kota dan angkutan umum lainnya. Terbukti dari pengakuan 19,7 persen responden yang sebelumnya menggunakan angkutan bus kota lalu menggunakan bus transjakarta setiap hari atau beberapa kali dalam seminggu. Pengguna taksi juga telah mulai mengubah cara bertransportasi ke bus transjakarta.
Bus transjakarta memang belum mampu menyedot pengendara kendaraan pribadi. Hampir setiap hari, dari pagi hingga malam, masih berderet mobil-mobil pribadi di ruas-ruas jalan protokol menghiasi rona Jakarta. Hal ini pun mengemuka dari pengakuan 22 persen responden yang hingga detik ini masih tetap setia menggunakan mobil pribadi meskipun harus rela melewati jam demi jam di tengah kemacetan.
Malah, 20 persen responden lebih memilih menggunakan sepeda motor sebagai sarana untuk menunjang aktivitasnya. Selain lebih mudah meliuk-liuk di tengah kemacetan, sepeda motor lebih fleksibel untuk mengarungi berbagai kondisi jalan-jalan di Jakarta.
Bahkan pernyataan 47 persen responden yang masih menggunakan bus kota menunjukkan bahwa kehadiran bus transjakarta belum mampu menampung kebutuhan publik Jakarta untuk beraktivitas.
Ada dua cara pandang yang berbeda di benak publik Jakarta dalam menyikapi kehadiran bus transjakarta. Di satu sisi, sebagian dari mereka memandang kehadiran bus ini sangat membantu aktivitas masyarakat. Tiga dari empat di antara responden bahkan menilai bus berwarna merah-oranye itu terbilang representatif untuk sarana transportasi di Kota Metropolitan ini, baik dari sisi kenyamanan, keamanan, kecepatan, maupun harga tiketnya.
Akan tetapi, pandangan positif itu belum diikuti dengan sikap mengubah moda bertransportasi mereka. Bisa jadi, itu berkait dengan masih terbatasnya rute bus ini sehingga belum memungkinkan mereka menggunakannya.
Karena itu, rencana memperluas jangkauan dari Pulo Gadung dan Kalideres ke Harmoni dan koridor lainnya diharapkan tidak hanya mengubah moda bertransportasi para pengguna bus kota dan angkutan umum lainnya, tetapi juga para pengendara mobil pribadi.
(TWEKI TRIARDIANTO/Litbang KOMPAS)
Sabtu, 15 Januari 2005
Jajak Pendapat "Kompas" - TransJakarta Belum Menarik Pengguna Mobil Pribadi
Label:
DKI Jakarta
Langganan:
Postingan (Atom)